REFERENCE POLICY

JAKAP mengutamakan keakuratan dan kualitas referensi dalam setiap artikel yang diterbitkan. Oleh karena itu, kebijakan referensi berikut diterapkan untuk memastikan integritas akademik dan relevansi sumber yang digunakan dalam setiap publikasi.

1. Persyaratan Umum Referensi

  • Proporsi Referensi Primer: Minimal 80% referensi harus berasal dari sumber primer, seperti artikel jurnal ilmiah, buku akademik, prosiding konferensi, dan laporan penelitian resmi.
  • Kemutakhiran Referensi: Minimal 70% referensi harus berasal dari sumber yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan perkembangan keilmuan terbaru.
  • Sumber yang Diutamakan: Jurnal yang terindeks dalam Scopus, Web of Science, SINTA, atau database akademik terpercaya lainnya sangat dianjurkan.
  • Jumlah Referensi: Setiap artikel minimal mengutip 15 referensi ilmiah yang relevan dengan topik penelitian.

2. Gaya Sitasi dan Daftar Pustaka

  • JAKAP menggunakan gaya sitasi APA (American Psychological Association) edisi terbaru.
  • Referensi harus ditulis dengan format standar sesuai dengan template yang disediakan oleh jurnal.
  • Semua sumber yang dikutip dalam teks harus tercantum dalam daftar pustaka, dan sebaliknya, semua referensi dalam daftar pustaka harus disebutkan dalam teks.

Contoh Format Referensi APA:

???? Artikel Jurnal
Rahmayulis, R. (2022). Pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 12(1), 45-58. https://doi.org/xxxxx

???? Buku
Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

???? Prosiding Konferensi
Sari, D. P., & Ahmad, F. (2021). Penggunaan komik digital dalam pembelajaran menulis narasi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2021 (pp. 120-132). Universitas Negeri Yogyakarta.

???? Sumber Online
Kemendikbud. (2023). Transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia. Diakses pada 10 Januari 2024, dari https://www.kemendikbud.go.id

3. Penggunaan Referensi Otomatis

  • Penulis disarankan menggunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk memastikan konsistensi sitasi dan daftar pustaka.
  • Kesalahan format referensi dapat menyebabkan revisi atau penolakan naskah sebelum masuk ke tahap review.

4. Kebijakan Referensi yang Tidak Dapat Diterima

  • Plagiarisme Referensi: Mengutip sumber tanpa membaca aslinya atau menyalin daftar pustaka dari artikel lain tanpa meneliti sendiri isi referensi tersebut.
  • Referensi Tidak Ilmiah: Menggunakan sumber dari Wikipedia, blog, atau situs yang tidak terverifikasi sebagai rujukan akademik.
  • Self-Citation Berlebihan: Mengutip karya sendiri secara berlebihan tanpa alasan yang jelas (maksimal 20% dari total referensi).
  • Duplikasi Sumber: Menggunakan sumber yang sama berulang kali dengan cara berbeda untuk meningkatkan jumlah referensi.

5. Pengecekan dan Verifikasi Referensi

  • Tim editorial akan memeriksa kualitas dan relevansi referensi sebelum artikel diterbitkan.
  • Jika ditemukan referensi yang tidak sesuai dengan kebijakan jurnal, penulis akan diminta untuk memperbaikinya sebelum artikel diterima untuk publikasi.
  • JAKAP mendorong penulis untuk mengutip penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ini jika relevan dengan topik yang dibahas.