Pembelajaran PAI sebagai Sarana Meningkatkan Kesejahteraan Jasmani, Mental, dan Spiritual Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.64690/jakap.v1i4.520Keywords:
Islamic Religious Education, Mental Well-Being, SDG 3, Religious Identity, Holistic LearningAbstract
Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in supporting the holistic development of students, particularly in the context of achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3 on mental health and well-being. This article discusses the contribution of PAI to improving students' mental, spiritual, and socio-emotional health through a values-based approach, religious practices, and religious character development. Various studies have shown that PAI can improve emotional regulation, reduce anxiety and stress levels, and develop spiritual coping mechanisms through the internalization of the concepts of tawakkal (trust), patience, gratitude, and self-control. Furthermore, PAI also plays a role in strengthening students' religious identity from an early age, resulting in increased self-discipline, a meaningful life orientation, and spiritual resilience. Socially, PAI learning contributes to creating a harmonious school environment through the formation of morals, the instilling of tolerance, and the strengthening of social interactions based on empathy and brotherhood. However, previous research has identified limitations in methodological aspects and curriculum implementation, necessitating the development of more contextual, adaptive, and evidence-based PAI learning models. Thus, the results of this study confirm that Islamic Religious Education (PAI) is a crucial element in creating students who not only excel academically but also possess balanced mental and spiritual well-being, in line with the goals of national education based on values and humanization.
Downloads
References
Alwi, F., & Kurdi, S. (2024). Pendidikan Agama Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional. Malang: UMM Press.
Ananda, R., & Yusuf, M. (2024). PAI as a foundation of spiritual character formation in Islamic schools. Journal of Islamic Pedagogy and Character Education, 6(2), 112–128.
Fadilah, A., & Mustofa, M. (2024). Religiusitas dan Kesehatan Mental Remaja Sekolah Menengah. Bandung: Alfabeta.
Fauziah, L. (2023). Limitasi metodologis penelitian PAI dan kesehatan mental siswa. Jurnal Pendidikan Islam dan Psikologi Remaja, 4(1), 55–70.
Firdaus, H. (2023). Penguatan identitas religius melalui praktik pembelajaran PAI: Studi kasus di MI Muhammadiyah 1 Probolinggo. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 8(1), 99–115.
Hamka. (2024). Falsafah Pendidikan Islam: Integrasi Akal, Moral, dan Spiritualitas. Jakarta: Republika Penerbit.
Hasan, S. (2025). Future directions in holistic Islamic education research. International Journal of Islamic Psychology and Education, 5(1), 44–63.
Hidayati, S., & Lestari, R. (2023). Meta-analysis of religious coping and student well-being in Islamic schools. Journal of Islamic Counseling and Mental Health, 9(3), 211–230.
Jalaluddin. (2015). Psikologi Agama: Pendekatan Komprehensif tentang Religiusitas dan Perilaku Manusia. Jakarta: Rajawali Pers.
Jalaluddin. (2023). Psikologi Agama: Spiritualitas dan Kebahagiaan Siswa. Yogyakarta: UII Press.
Kementerian Pendidikan RI. (2025). Peta Jalan Pendidikan Nasional Berbasis Karakter dan Kesejahteraan Holistik. Jakarta: Kemendikbud.
Krippendorff, K. (2013). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (3rd ed.). Thousand Oaks, California: Sage Publications.
Ma’arif, M., & Ramli, Z. (2024). Penguatan Spiritualitas Peserta Didik: Perspektif Psikopedagogik Islam. Surabaya: CV Jakad Media.
Maulida, N. (2025). Religiosity, depression level, and coping among students in Islamic high schools. Kartika: Islamic Education Review, 7(1), 45–60.
Nurjanah, W. (2024). Internalisasi nilai Islam dalam pembelajaran PAI dan ketahanan sosial siswa. Jurnal Pendidikan Karakter Islami, 10(2), 87–102.
Putra, R. (2025). Religious identity and moral resilience: The contribution of Islamic education. Journal of Islamic Social Psychology, 11(1), 22–39.
Rahman, A. (2024). Digital distraction, spiritual regulation, and emotional stability among Islamic school students. Jurnal Al-Murabbi Pendidikan Islam, 12(1), 134–150.
Rahmawati, N. (2023). Praktik Ibadah dan Regulasi Emosi Siswa Sekolah Dasar. Lombok: Pustaka Mandiri.
Rizqullah, M. (2024). Peran strategis pembelajaran PAI dalam mendukung well-being peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam Nasional, 14(2), 66–80.
Saleh, I., & Ramadhan, A. (2024). Variasi konteks budaya dalam efektivitas pembelajaran PAI: Studi komparatif. Jurnal Evaluasi Pendidikan Islam, 10(3), 122–140.
Saputra, E. E. (2025). Program Makan Bergizi (MBG) sebagai katalis peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan, Kepelatihan, Olahraga, dan Kesehatan, 1(1), 1–15.
Saputra, E. E., Veronika, F., & Wulandari, S. (2024). Studi literatur: Eksplorasi pembelajaran IPA berbasis lingkungan untuk mendorong kesadaran lingkungan pada anak. Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge, 1(1), 21–34.
Setiawan, M. (2024). Integrasi PAI dalam kebijakan kesehatan sekolah dan implementasi SDG 3. Jurnal Kebijakan Pendidikan Islam, 5(2), 41–56.
Simbolon, R. (2024). Holistic Well-being dalam Pendidikan: Tantangan Integrasi Kurikulum di Sekolah Indonesia. Medan: Graha Ilmu Nusantara.
Sopian, A., & Wahyuni, H. (2023). Penguatan karakter sosial melalui pembelajaran PAI di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Akhlak dan Sosial Islam, 9(1), 75–91.
Suryanto, D. (2024). Efektivitas pembelajaran PAI dalam pengelolaan kecemasan remaja sekolah menengah. Jurnal Psiko-Religi Pendidikan Islam, 7(2), 101–118.
Ulfa, S., & Karim, A. (2025). Pengembangan kurikulum PAI berbasis spiritual well-being. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 6(1), 58–73.
UNESCO. (2023). Education for Health, Well-being, and Social Resilience: Global School Priorities. Paris: UNESCO Publishing.
Yusuf, H., & Hanifah, N. (2024). Model Pembelajaran PAI Berbasis Kesehatan Mental dan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Miftakhul Fahmy, Lu’luil Shilvia Muna Rosyidah, Bayu Dwi Pamungkas (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Erwin Eka Saputra, Membangun Budaya Anti-Korupsi melalui Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 1 (2025)
- Nur Haizah Aopmonaim, Penguatan Literasi Sosial Siswa SD melalui Inovasi Pembelajaran IPS , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 2 (2025)
- Bela Beliana, Peran Guru dalam Menerapkan Metode Demonstrasi dan Role Play untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Tayamum , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 2 No. 2 (2026)
- Treesly Y.N Adoe, Markus Sampe, Taty R Koroh, Vera R Bulu, Inovasi Media Digital Storytelling dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Literasi Sosial Siswa , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 1 (2025)
- Istnain Alfajri Husain, Dampak Game Edukatif pada Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 1 (2025)
- Ashari Usman, Kurikulum Sekolah Dasar sebagai Instrumen Pengembangan Kompetensi Peserta Didik , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 2 No. 1 (2026)
- Anita Candra Dewi, Kearifan Lokal dalam Sastra Indonesia sebagai Media Pendidikan Karakter , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 1 (2025)
- Muh. Yasa, Efektivitas Permainan sebagai Metode Pelatihan Teknik Lompat Jauh , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 4 (2025)
- Yoma Hatima, Sastra Anak sebagai Sarana Penguatan Karakter dan Kreativitas di Sekolah Dasar , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 2 (2025)
- Anita Candra Dewi, Media Visual sebagai Sarana Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Persuasif , Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran: Vol. 1 No. 2 (2025)
You may also start an advanced similarity search for this article.
.png)








