Kepentingan Nasional Sebagai Penjelas Hambatan Implementasi BIMP-EAGA (Studi Kasus Koridor Perdagangan Kalimantan Utara–Sabah)

Penulis

  • Duha Abdullah Universitas Riau Penulis
  • Sariska Putri Agustia Universitas Riau Penulis
  • Fazle Mawla Pasha Pahlefi Universitas Riau Penulis
  • Abdel Aulia Amarfazira Universitas Riau Penulis

DOI:

https://doi.org/10.64690/intelektual.v2i2.699

Kata Kunci:

BIMP-EAGA, Kepentingan Nasional, Kalimantan Utara– Sabah, Hambatan Perdagangan,, Subregionalisme

Abstrak

Penelitian ini mengkaji efektivitas BIMP-EAGA (Brunei Darussalam Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area) dalam mendorong perdagangan lintas batas, dengan fokus pada koridor Kalimantan Utara–Sabah. Menggunakan perspektif realisme dalam ekonomi politik internasional yang dikombinasikan dengan neoliberal institusionalisme sebagai lensa pembanding, penelitian ini berargumen bahwa hambatan implementasi BIMP-EAGA tidak semata-mata bersumber dari keterbatasan teknis atau infrastruktur, melainkan secara sistematis dibentuk oleh kepentingan nasional negara anggota. Melalui pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis dokumen kebijakan dengan data perdagangan kuantitatif periode 2015– 2023, penelitian ini menemukan bahwa: (1) volume perdagangan di koridor Kaltara–Sabah secara konsisten berada di bawah target BIMP-EAGA; (2) indeks hambatan non-tarif (NTB) kedua negara cenderung meningkat alih-alih menurun; dan (3) realisasi program BIMP-EAGA di bidang investasi dan konektivitas infrastruktur paling rendah bidang yang paling sensitif terhadap kepentingan domestik. Temuan 2 ini mengkonfirmasi argumen realis bahwa institusi subregional seperti BIMP-EAGA rentan terhadap dominasi kepentingan nasional, terutama ketika komitmen regional berbenturan dengan kalkulasi keuntungan relatif negara anggota.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Aralas, S. B., Alliff, M., Bin, A., Bakar, A., Chan, J., & Lian, K. (2017). The Effects Of Barter Trade Suspension In Sabah. 3(2), 13–22.

BIMP-EAGA Facilitation Centre. (2017). BIMP-EAGA vision 2025 (BEV 2025). Asian Development Bank. https://www.bimp-eaga.asia/sites/default/files/publications/bimp-eaga-vision-2025.pdf

Fortna, P., Keohane, R., Legro, J., Moravcsik, A., Martin, L. L., Simmons, B., Zakaria, F., Glas, C. L., Schweller, R. L., Brooks, S., & Labs, E. J. (1999). Neoliberalism , and Cooperation Understanding the Debate. 51(3), 42–63.

HafiizH HasHim & abdul Hai Julay. (2021). The Development of Sub-Regional Institutions in Southeast Asia : The Case of Bimp-Eaga. 91(3), 27–38.

Hautereau-boutonnet, M., & Maljean-dubois, S. (2023). Combining Tools and Actors for a Better Enforcement : A Case of the 2015 Paris Agreement on Climate Change +. 53, 415–424. https://doi.org/10.3233/EPL-239011

Jaime, J., Rojas, B., Allec, A., & Pineda, L. (2020). Tariff barriers and non-tariff barriers : appraising Colombia ’ s protectionism. 14(1), 71–94.

Juli, N., Fahri, A., Pranacitra, R., & Santoso, I. (2022). Pembebanan Preferential Tariff Skema Asean Trade In Goods Agreement ( ATIGA ) Berdasarkan Operational Certification Procedurs ( Studi Kasus Sengketa Tarif Preferensi ATIGA di Pengadilan Pajak ). 6(3), 9773–9783.

Morgenthau, H. J. (1985). Politics Among Nations: The Struggle for Power and Peace (6th ed.). New York: McGraw-Hill.

Shu, Z. (2023). Remodeling of International Regimes in Neoliberal Institutionalism Perspective : Case Study of the South China Sea Arbitration. 21, 667–676.

Weyland, K. (2016). Journal of Politics in Latin America Rise of Brazil. 143–173. https://doi.org/10.1177/1866802X1600800205

Diterbitkan

2026-04-28

Cara Mengutip

Duha Abdullah, Sariska Putri Agustia, Fazle Mawla Pasha Pahlefi, & Abdel Aulia Amarfazira. (2026). Kepentingan Nasional Sebagai Penjelas Hambatan Implementasi BIMP-EAGA (Studi Kasus Koridor Perdagangan Kalimantan Utara–Sabah). Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa Dan Akademisi , 2(2), 53-63. https://doi.org/10.64690/intelektual.v2i2.699

Artikel Serupa

1-10 dari 18

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.