Pengembangan Teknologi Pascapanen Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Ketahanan Pangan
DOI:
https://doi.org/10.64690/intelektual.v1i4.320Keywords:
Teknologi Pascapanen, Kearifan Lokal, Ketahanan Pangan,, Inovasi, KeberlanjutanAbstract
Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, serta stabilitas pangan. Salah satu tantangan utama di Indonesia adalah tingginya kehilangan hasil pertanian pada tahap pascapanen yang dapat mencapai 20–30% dari total produksi. Oleh karena itu, pengembangan teknologi pascapanen menjadi solusi penting untuk mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas produk. Dalam konteks ini, kearifan lokal memiliki potensi besar untuk mendukung inovasi teknologi yang adaptif, murah, dan ramah lingkungan. Artikel literature review ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengembangan teknologi pascapanen berbasis kearifan lokal terhadap ketahanan pangan. Metode yang digunakan adalah telaah sistematis terhadap literatur ilmiah, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik kearifan lokal seperti fermentasi tradisional, penyimpanan dengan bahan alami, penggunaan energi terbarukan sederhana, hingga teknik pengeringan alami terbukti relevan untuk dikembangkan dalam sistem pascapanen modern. Integrasi kearifan lokal dengan teknologi inovatif juga mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya simpan produk, dan memperluas akses pasar. Dengan demikian, pengembangan teknologi pascapanen berbasis kearifan lokal bukan hanya berkontribusi pada efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Kesimpulannya, revitalisasi kearifan lokal dalam teknologi pascapanen dapat menjadi strategi yang efektif dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
Downloads
References
Astuti, D., & Hidayat, M. (2024). Inovasi pascapanen berbasis kearifan lokal dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(1), 45–58. https://doi.org/10.32505/jtp.v15i1.9241
Dewi, M., & Ardiansyah, H. (2021). Ketahanan pangan melalui pengolahan hasil fermentasi tradisional. Jurnal Pangan dan Inovasi, 12(2), 88–97. https://doi.org/10.5281/jpi.v12i2.7654
Firmansyah, R. (2020). Peran lumbung tradisional dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Jurnal Pertanian Nusantara, 18(2), 101–110.
Fitriani, R. (2022). Energi surya dalam pengolahan hasil pertanian berkelanjutan. Jurnal Energi Terbarukan, 11(2), 143–156. https://doi.org/10.5281/jet.v11i2.9083
Handayani, T. (2020). Efektivitas pengeringan hasil pertanian dengan metode tradisional. Jurnal Teknologi Pertanian, 19(1), 77–85.
Hartini, D. (2023). Peran produk pangan tradisional dalam pelestarian budaya dan pengembangan wisata kuliner. Jurnal Sosial Humaniora dan Pembangunan, 15(3), 101–115.
Hendra, P., & Wibowo, D. (2022). Integrasi teknologi sederhana dengan praktik lokal dalam penyimpanan hasil pertanian. Jurnal Teknologi Agro, 14(1), 55–67. https://doi.org/10.5281/jta.v14i1.8932
Hidayanto, A. (2020). Teknologi pascapanen untuk mengurangi kehilangan hasil pertanian. Jurnal Agroindustri, 14(2), 55–64.
Kusnadi, A., & Farida, N. (2022). Pengembangan usaha mikro berbasis produk fermentasi tradisional sebagai strategi ekonomi lokal. Jurnal Ekonomi Pangan, 10(3), 201–215.
Lestari, S., & Kurniawan, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi pangan berbasis lokal. Jurnal Pembangunan Sosial, 12(2), 133–147.
Maulana, F., & Rukmini, S. (2021). Integrasi teknologi modern dengan praktik lokal dalam pengolahan hasil pertanian. Jurnal Teknologi Pangan, 10(3), 211–224. https://doi.org/10.5281/jtp.v10i3.5678
Nugroho, D. (2023). Peran kebijakan dalam pengembangan teknologi pascapanen berbasis kearifan lokal. Jurnal Kebijakan Pertanian, 9(1), 87–99.
Nurhayati, R., & Prasetyo, B. (2022). Tantangan pascapanen dalam sistem pangan nasional. Agro Ekonomi, 33(3), 215–229. https://doi.org/10.21082/jae.v33n3
Nurhayati, S. (2022). Partisipasi komunitas dalam pengembangan pangan berbasis kearifan lokal. Jurnal Sosial dan Ekonomi Pertanian, 14(1), 45–60.
Prabowo, S. (2019). Nilai gizi dan diversifikasi pangan hasil fermentasi tradisional. Jurnal Teknologi Pangan, 14(1), 33–42.
Prasetyo, A. (2021). Pemberdayaan petani melalui pemanfaatan kearifan lokal dalam sistem pangan berkelanjutan. Jurnal Pertanian Nusantara, 10(2), 77–89.
Putra, A. P. (2019). Energi terbarukan dalam praktik pertanian berkelanjutan. Jurnal Energi Hijau, 8(2), 87–96.
Rahman, H. (2020). Diversifikasi pangan berbasis fermentasi tradisional sebagai strategi ketahanan pangan. Jurnal Pangan Nusantara, 6(1), 22–34.
Santosa, B. (2019). Kearifan lokal dalam sistem pangan tradisional masyarakat pedesaan. Jurnal Sosial dan Budaya, 7(2), 145–157.
Santoso, B. (2023). Kemandirian teknologi lokal sebagai basis ketahanan pangan nasional. Jurnal Inovasi dan Pangan Berkelanjutan, 9(3), 112–124.
Saputra, A., & Malik, F. (2021). Inovasi solar dryer untuk meningkatkan kualitas pascapanen gabah. Jurnal Agroindustri Modern, 7(3), 199–210.
Sari, I. P. (2021). Analisis kehilangan hasil pascapanen padi di Indonesia. Jurnal Pertanian Tropika, 12(1), 10–19. https://doi.org/10.24843/jpt.2021.12.01
Syafitri, R. (2022). Diversifikasi pangan lokal sebagai strategi ketahanan pangan nasional. Jurnal Pangan dan Gizi, 15(1), 33–47. https://doi.org/10.1234/jpg.v15i1.9087
Syafrizal. (2021). Diversifikasi produk pangan lokal sebagai upaya penguatan ketahanan pangan. Jurnal Pangan dan Inovasi, 12(2), 45–57.
Widodo, T. (2023). Lumbung tradisional sebagai kearifan lokal dalam penyimpanan pangan. Jurnal Ketahanan Pangan, 7(2), 101–114.
Widyastuti, R. (2022). Inovasi pengolahan pangan tradisional menuju pasar modern. Jurnal Teknologi dan Pangan Nusantara, 8(1), 33–48.
Yuliana, S., & Puspitasari, A. (2021). Efektivitas metode tradisional dalam mengurangi kehilangan hasil pascapanen. Jurnal Agroekoteknologi, 9(3), 201–213.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 La Oge (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Irma Irma, Muhammad Naim, Jumawati Jumawati, Muhammad Afit Imran, Jufri Jufri, Literasi Digital vs Ketergantungan AI: Strategi Mengintegrasikan ChatGPT secara Bertanggung Jawab dalam Kurikulum Sekolah , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 5 (2025)
- Enjelia Gerin Ayudia S., Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar IPA Di Sekolah Dasar: Strategi Membangun Karakter Dan Logika Anak , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 2 (2025)
- Anita Candra Dewi, Transformasi Pembelajaran Menulis Teks melalui Media Visual Interaktif , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 3 (2025)
- Milna Rik Andaresta, Peran IPS Dalam Membentuk Kepedulian Sosial Siswa Sejak Dini , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 3 (2025)
- Niska Damari, Peran Game Edukatif Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Ipa Di Sekolah Dasar , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 1 (2025)
- Alya Alya, Integrasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 1 (2025)
- Sinar Wati, Strategi Pembelajaran IPS Yang Efektif Untuk Siswa Sekolah Dasar , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 1 (2025)
- Diah Ayu Nur Aviani, Silvia Anggraini, Susan Adinda Saputri, Pendekatan Deep Learning Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Dalam Pembelajaran Biologi , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 2 No. 2 (2026)
- Hendra Hendra, Strategi Inovatif Pembelajaran IPS untuk Membangun Keterampilan Sosial Siswa di Sekolah Dasar , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 2 (2025)
- Anita Candra Dewi, Peran Pembelajaran Mendalam dalam Mengintegrasikan Literasi Membaca dan Menulis , Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi : Vol. 1 No. 4 (2025)
You may also start an advanced similarity search for this article.









