Perspektif Kajian Budaya: Pelestarian Budaya Melalui Cerpen Anak "Topeng Barong Kakek" Karya Veronica Widyastuti

Authors

  • Atikah Nuha Hibatullah Universitas Negeri Semarang Author
  • U’um Qomariyah Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.64690/jhuse.v2i4.827

Keywords:

Children's Literature, Cultural Preservation, Cultural Studies, Barong, Tradition

Abstract

This study aims to examine the representation of cultural preservation in Veronica Widyastuti's children's short story "Topeng Barong Kakek" (Barong Grandpa Mask) from a cultural studies perspective. The focus of this research is how children's literary texts represent local cultural values ​​and function as a medium for transmitting traditions to child readers. The method used was descriptive qualitative, with data collection through reading and note-taking of the short story. Data analysis was conducted by interpreting the cultural elements contained in the story. The results show that the short story represents Balinese culture through the symbolism of the Barong mask as a cultural identity, the figure of the grandfather as the inheritor of tradition, and family relationships as a space for transmitting cultural values ​​between generations. This representation demonstrates that children's literature functions not only as a medium for entertainment but also as an educational tool for introducing and preserving local culture. Thus, the short story "Topeng Barong Kakek" plays a crucial role in building children's cultural awareness through simple and contextual storytelling, making it relevant for use as a medium for cultural preservation amidst the challenges of globalization.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifiany, N., & Trahutam, Maharani P. Ratna, S. I. (2016). Pemaknaan tindak tutur direktif dalam komik Yowamushi Pedal chapter 87–93. Jurnal Japanese Literature, 2(1), 1–11.

Anggraini, F. (2019). Pengajaran sastra anak di sekolah dasar. Pentas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 28–38. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/pentas/article/view/900

Hastuti Sebayang, S. K., & S. S. A. (2019). Analisis kesalahan berbahasa pada sosial media Instagram dalam postingan, komentar, dan cerita singkat. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 16(1), 49–57. https://www.ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/je/article/view/124

Habsari, W. A. L. (2023). Internalisasi nilai pelestarian alam dan pendidikan karakter melalui representasi kejahatan lingkungan dalam sastra anak. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 625–644. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i3.692

Kasmawati, K. (2022). Kritik sastra dengan pendekatan pragmatik pada cerpen “Malaikat Juga Tahu” karya Dewi Lestari. DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, 3(2), 253–261. https://doi.org/10.53299/diksi.v3i2.245

Kharisma Ahmad Sri Ulina Br Ginting, M. A. S. (2020). Hubungan penguasaan unsur intrinsik cerpen siswa kelas XI SMK Swastra Maju Binjai 2019/2020. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 17, 1–10. https://doi.org/10.37755/jsbi.v17i1.257

Khulsum, U., Hudiyono, Y., Endang, D., & Sulistyowati, D. (2018). Pengembangan bahan ajar menulis cerpen dengan media storyboard pada siswa kelas X SMA. Diglosia, 1(1).

Nasution, M. (2023). Nilai-nilai kehidupan dalam naskah drama Kibar Bendera Si Sarto di Halaman Rumah karya Rodli TL (kajian pragmatik). RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies, 3(1), 58–64. https://doi.org/10.53863/jrk.v3i01.734

Pande, N. K. N. N., & Artana, N. (2020). Kajian pragmatik mengenai tindak tutur bahasa Indonesia dalam unggahan media sosial Instagram @halostiki. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 3(1), 32–38. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v3i1.766

Rosyad, A., & Senjaya, A. (2021). Sastra anak untuk transformasi sosial. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 87–92. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30870/jmbsi.v6i2.13066

Sari, K. F., & Lutfiana, M. A. (2021). Tindak tutur representatif dan direktif dalam lirik lagu Didi Kempot. Jurnal Diwangkara, 1(1), 26–35.

Situmorang, K. N., Hutajulu, M. R. S. G. T., & Sinukaban, E. M. R. (2026). Kajian pragmatik terhadap penggunaan deiksis dalam cerpen “Sayap di Bumi Fana” karya Sabrina. Jurnal Samudra Bahasa, 10(1).

Syafutri, H. D., & Hidayati, F. (2016). Fabel sebagai alternatif pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra anak. Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, 123–134.

Umi Farinda, F., & Camila, S. N. (2021). Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia serta tantangan di era revolusi society 5.0. Prosiding Samasta, 297–305.

Wiwin, Y. (2017). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497

Zulfa S., H. H., Hodijah, O., & Ikhwan. (2025). Pendidikan karakter anak pada cerpen At-Tilmīżu wa Asy-Syāhbalūṭ dalam Baḥr al-Adab: Kajian sastra anak dengan pendekatan pragmatik. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 1506–1517. https://doi.org/10.23960/simbol.v13i2.1651

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Atikah Nuha Hibatullah, & U’um Qomariyah. (2026). Perspektif Kajian Budaya: Pelestarian Budaya Melalui Cerpen Anak "Topeng Barong Kakek" Karya Veronica Widyastuti. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 2(4), 75-86. https://doi.org/10.64690/jhuse.v2i4.827